Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika <p><strong>Komatika (ISSN 2774-5341, EISSN 2798-1584)</strong> terbit setahun dua kali pada setiap bulan <strong>Mei</strong> dan <strong>November</strong>. Berisi tulisan seputar kegiatan <strong>Pengabdian Kepada Masyarakat</strong> sebagai upaya diseminasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) serta transfer teknologi untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p> <p><strong>DOI:</strong> <a href="https://doi.org/10.34148/komatika" target="_blank" rel="noopener">https://doi.org/10.34148/komatika</a></p> <p>&nbsp;</p> en-US alex@ikado.ac.id (Alexander Wirapraja, S.Kom., M.Kom., M.M.) p3m@ikado.ac.id (Ir. Raymond Sutjiadi, S.T., M.Kom.) Wed, 10 Jan 2024 00:00:00 +0700 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Sosialisasi Nilai Moderasi Beragama Melalui Kreativitas Kaligrafi Bagi Anak-Anak https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika/article/view/628 <p>Artikel ini menjelaskan mengenai kegiatan sosialisasi nilai-nilai moderasi beragama yang dilakukan kepada anak-anak melalui pelatihan kreativitas kaligrafi dengan tujuan agar anak-anak memahami nilai-nilai moderasi beragama sedari usia dini, sehingga memiliki jiwa toleransi dan menghormati setiap perbedaan yang ada di lingkungannya. Metode yang digunakan meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi yang mana antara satu tahap dengan tahap lainnya saling berhubungan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa anak-anak memahami nilai-nilai moderasi beragama yang telah diajarkan serta mereka aktif untuk ikut berpartisipasi dalam membuat kaligrafi sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Sebagai bentuk apresiasi di akhir kegiatan diberikan hadiah bagi anak-anak yang mampu membuat kaligrafi yang dinilai baik. Kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan guna menumbuhkan sikap moderasi beragama anak-anak yang mana akan diperlukan nantinya dalam melakukan interaksi dengan anak-anak lainnya yang memiliki latar belakang agama yang berbeda, sehingga mampu bersikap toleran dan menghargai perbedaan</p> Dian Herdiana, Abdul Rasyid Usemahu, Alivia Giovania, Anisa Rahmawati, Azkya Maulana Sidiq, Dinda Fiachsania Maharani Copyright (c) 2024 Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika/article/view/628 Wed, 10 Jan 2024 00:00:00 +0700 Sosialisasi Artifical Intelligence Menuju Smart Government Untuk Kelompok Pkk Rw 06 Tegal Parang Mampang https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika/article/view/633 <p>The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) technology has significantly impacted industries and government sectors during the fourth industrial revolution. AI offers the potential to simplify and streamline public service delivery, enabling governments to enhance service quality, build public trust, and improve efficiency. In Indonesia, the Women's Empowerment Family Welfare Movement (PKK) plays a crucial role in promoting women's participation in national development. As partners to village and sub-district governments, PKK supports population management and regional development. In line with its commitment to Community Service, Nusa Mandiri University organized the Socialization of Artificial Intelligence Towards Smart Government for PKK RW 06 Tegal Parang Mampang. The main objective of this activity was to inform the management of PKK RW 06 about the benefits and implementation of AI technology in achieving smart government and enhancing PKK's services and activities. The socialization event, attended by 12 participants, was conducted in a hybrid format, combining face-to-face meetings and digital technology. The participants exhibited great enthusiasm in grasping the material and actively engaging in interactive Q&amp;A sessions. As a result of the socialization, participants demonstrated an improved understanding of AI's applications in smart government. To maximize the future impact of community service activities, it is recommended to develop more comprehensive materials, provide continuous training, engage additional partners, and conduct regular evaluations and improvements. By taking these steps, community service initiatives can generate greater benefits for participants and the wider community</p> Riana Dwiza, Subekti Agus, Putra Zico Pratama, Pardede Hilman Ferdinandus, Faruq Aziz Copyright (c) 2024 Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika/article/view/633 Wed, 10 Jan 2024 00:00:00 +0700 Implementasi Digital Marketing Dalam Mengembangkan UMKM Desa Menunggal Sebagai Bentuk Transformasi Digital Branding https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika/article/view/683 <p>Pengembangan UMKM, merupakan salah satu hal yang harus terus dilakukan dalam meningkatkan target bisnis yang diinginkan. Dengan memanfaatkan digital branding dapat meningkatkan UMKM pada Desa. Dengan adanya digital branding dapat meningkatkan reputasi serta dapat membentuk citra merek pihak terkait. Penggunaan teknologi digital pada usaha mitra sasaran saat ini dapat dikatakan sangat rendah. Hal ini dapat dilihat dari minimnya media sosial yang di miliki Oleh pelaku usaha, yakni bapak Suanam selaku pemilik UMKM kacang sangrai Desa Menunggal. Sedangkan dengan adanya media sosial akan dapat memudahkan pemilik usaha dalam berikomunikasi membangun public relation dengan masyarakat luas. Memiliki hubungan dengan masyarakat dapat meningkatkan citra baik usaha sekaligus memperkenalkan merek atau nama usaha yang dimliki. Tim pelaksana kegiatan pengembangan UMKM akan memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana digital branding pada UMKM Bapak Suanam. Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam empat tahap yaitu: Persiapan, Sosialisasi dan pengenalan digital marketing, pembuatan dokumen NIB, PIRT dan Sertifikat Halal serta pembuatan akun media sosial guna platfrom penjualan produk. Hasil evaluasi pendampingan yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya peningkatan tingkat pemahaman Bapak Suanam selaku pemilik usaha dalam menggunakan media sosial sebagai sarana digital branding serta kepemilikan surat izin dan sertifikat halal yang sudah terproses, selain itu ada kepedulian baru mitra mengenai packaging, sehingga mereka sanggup memberikan konstribusi lebih dalam pengemasan dan merealisasikan desain packaging yang diberikan.</p> Nur Shabrina Meutia, Uliyatul Laili, Tsamroatul Fu’adah, Alvian Daffa Saputra, Afni Virda Alfadina Copyright (c) 2024 Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika/article/view/683 Wed, 10 Jan 2024 08:42:32 +0700 Upaya Pengahan Pernikahan Dini Untuk Kesehatan Sistem Reproduksi di Desa Keling Kec Kepung Kab Kediri https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika/article/view/687 <p>sosialisasi merupakan pemberian pemahaman terhadap seseorang atas sesuatu melalui proses sosialisasi sebagai suatu pengetahuan dan perubahan mindset seseorang untuk menjadi individu yang lebih baik. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan yang memiliki usia dibawah 19 tahun. Desa Keling menjadi tempat pengabdian berbasis research Mahasiswa KKN IAIN Kediri yang mana di desa ini muncul beberapa permasalahan antara lain adanya kasus pernikahan dini yang terjadi akibat pergaulan bebas. Supaya, hal tersebut tidak terjadi terjadi kembali maka perlu dilakukan berbagai upaya, antara lain dengan meningkatkan pemahaman remaja tetang dampak negatif persalinan di usia muda pada alat reproduksi wanita. Peningkatan pemahaman remaja tentang dampak negatif persalinan diusia mudapada alat reproduksi wanita dilakukan dengan metode sosialisasi. Pelaksanaan sosialisasi sebagai upaya meminimalisir angka pernikahan dini yang ada di desa Keling di hadiri oleh 57 remaja. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu menggunaka metode PAR atau biasa disebut Participatory Action Research. PAR merupakan Penelitian dengan menempatkan carariset dalam ruang lingkup kepentingan masyarakat, menciptakan solusi praktis untuk masalah dan pertanyaan umum membutuhkan suatu tindakan dan refleksi kolektif, dan berkontribusi pada praktik teori. Hasil yang diperoleh dari pengadaan sosialisasi yaitu dari 57 peserta sosialisasi, 80% menyatakan mereka mendapat pengetahuan baru mengenai dampak jika melakukan pernikahan dini dan 70% menyatakan mereka termotivasi untuk lebih mempersiapkan diri jika melakukan pernikahan.</p> Zuraidah, Musta’in Muhammad Mujib, Nur Laili Isnainia Copyright (c) 2024 Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika/article/view/687 Wed, 10 Jan 2024 00:00:00 +0700 Pelatihan Peningkatan Kreativitas dalam Desain Fesyen Bertema Halloween Bagi Remaja Usia 18-23 Tahun di Surabaya https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika/article/view/756 <p>Fesyen adalah sebuah bentuk ekspresi diri pada masa tertentu, meliputi pakaian, sepatu, gaya hidup, aksesoris, make-up, gaya rambut, dan postur tubuh. Desain Fesyen menuntut kreativitas tinggi dalam pembuatannya, sedangkan mode fesyen terus berkembang setiap saat. Upaya peningkatan kreativitas sesorang memerlukan dorongan dan dukungan dari lingkungan (motivasi eksternal) yang berupa apresiasi, dukungan, pemberian penghargaan, pujian, insentif, dan lainnya, dan dorongan kuat dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan karya. Remaja memiliki sifat penasaran atau selalu ingin tahu dan berusaha selalu mengikuti perkembangan tren. Momen Halloween ini dapat memicu remaja berimajinasi untuk memakai kostum yang diinginkannya. Proses pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan meberikan pelatihan kepada remaja usia 18-27 Tahun di Surabaya yang diselenggarakan oleh fasilitator dari Institut Informatika Indonesia Surabaya, untuk mengasah kreativitas diri pada pembuatan desain fesyen bertema halloween. Metode yang digunakan adalah metode interaktif dan prktrek langsung dengan memanfaatkan perlekapan yang sudah dipunyai untuk diolah menjadi sesuatu yang dianggap baru dan menarik. Hasil dari pelatihan yang dilakukan ini adalah peningkatan daya kreativitas diri terutama remaja, dalam membuat desain fesyen unik dan bernilai estetika, dalam bentuk busana bertema halloween.</p> Swesti Anjampiana Bentri, Restu Hendriyani Magh’firoh, I Gede Wiarta Sena Copyright (c) 2024 Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/komatika/article/view/756 Wed, 10 Jan 2024 00:00:00 +0700