Pelatihan Tari Legong Keraton Lasem Gaya Ni Pollok Di Banjar Kelandis, Desa Sumerta Kauh, Kota Denpasar

Authors

DOI:

https://doi.org/10.34148/komatika.v5i2.1437

Keywords:

Apresiasi Seni, Pelatihan, Pendampingan

Abstract

Rendahnya apresiasi pada seni tari tradisi memberikan ancaman serius tentang terjadinya degradasi karakter anak bangsa. Apresiasi bukan hanya tentang penghargaan materi, namun tentang keberlanjutan karya seni secara utuh. Pemahaman filosofi hingga penguasaan gerak tari yang mewakili filosofi tersebut adalah bentuk apresiasi tertinggi. Fenomena ini ditemukan pada Tari Legong Keraton Lasem yang dulu dikembangkan oleh Ni Pollok. Ni Pollok sebagai seorang maestro tari telah memberikan kekhasan pada struktur gerak tari ini. Hadirnya pelatihan menjadi sebuah kebutuhan untuk upaya meningkatkan apresiasi dari genrasi muda di Banjar Kelandis Desa Sumerta Kauh Kota Denpasar. Metode pelatihan merupakan kolaborasi metode sentra dan drill. Hasil pelatihan menunjukkan pencapaian keberhasilan pada aspek pemahaman filosofi dan teknik gerak tari. Kekurangan dari pelatihan akan disikapi dengan pendampingan. Pendampingan akan dilakukan secara berkenlanjutan dengan metode virtual reality.

Downloads

Published

2026-02-02

How to Cite

Pelatihan Tari Legong Keraton Lasem Gaya Ni Pollok Di Banjar Kelandis, Desa Sumerta Kauh, Kota Denpasar. (2026). Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 151-157. https://doi.org/10.34148/komatika.v5i2.1437