Perancangan Busy House Untuk Menstimulasi Motorik Halus Anak Usia 4–6 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.34148/artika.v10i1.1514Keywords:
Mainan Edukatif, Motorik Halus, Anak Usia DiniAbstract
Penelitian ini fokus pada perancangan mainan edukatif yang bertujuan untuk membantu menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 3–6 tahun. Masa usia dini adalah tahap awal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak karena pada periode ini kemampuan motorik, kognitif, dan sensorik berkembang dengan cepat. Namun, masih ditemukan anak yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus akibat kurangnya stimulasi melalui media bermain yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode design thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, dan prototype. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi produk eksisting, dan in depth interview dengan pelaku industri mainan edukatif dan ahli psikologi perkembangan anak. Hasil dari tahapan perancangan digunakan sebagai dasar dalam menentukan kriteria desain mainan yang aman, ergonomis, dan sesuai dengan kebutuhan stimulasi motorik halus anak. Perancangan mainan edukatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif media bermain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendukung proses perkembangan motorik halus anak usia dini secara efektif.
Downloads
References
Afriani, A., & Angraini, V. (2023). Pengaruh penggunaan busy board terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 115–124.
Aghnaita. (2017). Stimulasi perkembangan motorik halus anak melalui media busy board. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 11(1), 98–109.
Agnes Veronica Sungkono, A., Handayani, S., & Pratama, R. (2013). “Perbandingan mainan edukatif berbahan kayu dan plastik terhadap perkembangan kreativitas anak”. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 112–120.
Boyatzis, C. J., & Varghese, R. (1994). “Children’s emotional associations with colors”. Journal of Genetic Psychology, 155(1), 77–85. https://doi.org/10.1080/00221325.1994.9914770
Burkitt, E., Barrett, M., & Davis, A. (2003). Children’s color preferences and associations with emotion. British Journal of Developmental Psychology, 21(1), 87–102.
Fauziyah, N. (2020). Pengaruh kegiatan menjahit terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 6(1), 45–53.
Hendayani, R., Putri, M., & Aulia, S. (2020). Perkembangan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan manipulatif. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(2), 112–121.
Hurlock, E. B. (1978). Developmental psychology: A life-span approach. New York: McGraw-Hill.
Kaya, N., & Epps, H. H. (2004). Relationship between color and emotion: A study of college students. College Student Journal, 38(3), 396–405.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Pedoman stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Jakarta: Kemenkes RI.
Nevvy, H. (2013). Perkembangan motorik anak usia dini. Bandung: Alfabeta.
Özcan, O., & Tunçeli, H. I. (2023). Color preferences of children aged 48–84 months. International Journal of Early Childhood Education, 15(1), 65–78.
Verdine, B. N., Golinkoff, R. M., Hirsh-Pasek, K., Newcombe, N. S., Filipowicz, A. T., & Chang, A. (2016). “Links between spatial and mathematical skills across the preschool years”. Developmental Psychology, 52(8), 1242–1256. https://doi.org/10.1037/dev0000180
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Artika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









